Siapapun Bisa Melakukannya! (Benarkah??)
Seorang sahabat bercerita tentang kegalauan hatinya di tempat dia bekerja.
Sepertinya dia merasa tidak cocok dengan apa yang dia lakukan sekarang, meskipun latar belakang pendidikannya menunjang untuk bidang pekerjaannya. “Bukan gue banget”, katanya. Rasanya seperti beban untuk berangkat ke kantor setiap hari.
Sahabat yang lain bercerita tentang kemantapan dirinya untuk memutuskan hanya 3 bulan saja bekerja di kantornya yang baru 2 bulan ia jalani. “lha wong aku melamar untuk bagian akuntansi tapi setelah diterima kok di tempatkan di bagian marketing yang harus berinteraksi dengan pelanggan dan calon pelanggan?”
Apakah Anda pernah atau sedang mengalami hal yang sama dengan sahabat saya diatas?
Passion atau ketertarikan adalah satu kunci utama dalam menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Kita tidak akan berhitung banyak jika kita menjalani sesuatu yang sangat kita sukai dan kuasai.
“Ah, tapi jaman sekarang bukankah kita harus serba bisa?”, Kita harus punya mental “Can Do Attitude” dan “Yes, I Can!”, Kata rekan saya. Rekan saya benar, mental demikian memang sangat bagus untuk kemajuan kita. “Can Do Attitude” dan “Yes, I Can!”, adalah jargon yang mungkin sering kita dengar atau bahkan sedang di dengung-dengungkan dalam kantor kita saat ini. Apalagi dalam keadaan krisis global saat ini dimana karyawan dituntut untuk lebih bisa multitasking karena rekan kerja yang biasanya melakukan tugas tersebut sudah tergerus arus PHK. Tidak punya pilihan. Benarkah harus demikian?
Pertanyaan kontempelasi untuk organisasi/perusahaan yang luar biasa:
- Apakah kita yakin dengan karyawan yang menjadikan pekerjaannya sebagai ‘beban’ akan menghasilkan pekerjaan yang luar biasa?
- Sadarkah kita dengan demikian kita sudah mendemotivasi karyawan tersebut? Seperti kasus sahabat-sahabat saya di atas, padahal bukankah kita selalu dituntut untuk selalu menjaga agar motivasi dari setiap karyawan kita tinggi untuk bisa menghasilkan pekerjaan yang luar biasa sehingga mendorong profit perusahaan lebih tinggi lagi?
- Berapa besar beban biaya untuk ‘merawat & memelihara’ karyawan yang ‘terbebani’ oleh pekerjaannya?
Pertanyaan kontempelasi untuk para karyawan yang luar biasa:
- Sampai berapa lama Anda bertahan untuk tetap berada dalam kondisi terbebani?
- Berapa banyak investasi waktu, tenaga, pikiran dan mungkin perasaan yang harus Anda korbankan demi pekerjaan yang membebani Anda? Sampai mendapatkan pekerjaan ditempat baru? Sampai rasa gengsi Anda hilang? Atau sampai Anda mampu berubah seperti Bumble Bee?
Serba bisa tidak berarti asal bisa.
Demikian pula halnya dengan “Can Do Attitude” dan “Yes, I Can!” bukan sekedar lips-service. “Can Do Attitude” dan “Yes, I Can!” tidak berarti Anda mengerjakan yang bukan menjadi passion dan kompetensi Anda dengan harapan hasilnya seperti sang ahli. Karena dapat dipastikan hasilnya akan jauh berbeda jika dilakukan oleh orang yang lebih memiliki passion dan keahlian atas pekerjaan tersebut. “Can Do Attitude” dan “Yes, I Can!” harusnya diterjemahkan lebih bijak dan lebih luas dalam hal semangat untuk selalu mau belajar. Belajar untuk memperdalam dan memperluas apa yang menjadi passion dan keahliannya, sehingga menghasilkan pekerjaan yang luar biasa – harapannya.
Pembaca yang budiman, Anda yang memutuskan.
